Lupus bukanlah penyakit yang umum, tapi juga bukan hal langka. Penyakit autoimun ini sering kali membuat sistem kekebalan tubuh menyerang sel sehat, yang seharusnya justru dilindungi. Akibatnya, bisa muncul gejala awal penyakit lupus yang sangat beragam tergantung organ mana yang diserang.
Masalahnya, banyak gejala awal lupus yang terlihat “biasa saja”, bahkan mirip dengan gejala penyakit ringan lain. Inilah yang membuat lupus sering terlambat terdeteksi. Semakin cepat diketahui, semakin besar peluang untuk mengelola penyakit ini dengan baik.
Baca Juga:
Gejala TBC Atau Batuk Berdarah Yang Perlu Kamu Ketahui, Jangan Sampai Terlambat!
List Berbagai Gejala Awal Penyakit Lupus
1. Kelelahan yang Berkepanjangan dan Tak Masuk Akal
Salah satu gejala awal lupus yang paling umum adalah kelelahan. Tapi bukan sekadar capek karena kurang tidur, ya. Ini adalah kelelahan ekstrem yang tidak hilang walau sudah istirahat cukup. Banyak penderita lupus merasa seperti kehabisan energi sepanjang hari, bahkan hanya untuk aktivitas ringan seperti naik tangga atau menyapu rumah.
Sayangnya, kelelahan seperti ini sering dianggap wajar, apalagi oleh orang yang punya aktivitas padat. Padahal, ini bisa jadi sinyal awal bahwa tubuh sedang mengalami gangguan autoimun.
2. Ruam Kupu-Kupu di Wajah
Ruam merah berbentuk seperti kupu-kupu di bagian hidung dan pipi adalah salah satu ciri khas lupus. Tapi karena tampilannya bisa mirip jerawat, alergi, atau iritasi, banyak orang mengabaikannya.
Ruam ini bisa muncul dan hilang secara berkala, atau makin parah saat terkena sinar matahari. Kalau kamu merasa wajahmu mudah kemerahan atau mengalami ruam berulang yang aneh, jangan anggap remeh.
3. Sendi Kaku dan Nyeri Tanpa Sebab Jelas
Gejala lain yang sering dirasakan penderita lupus di tahap awal adalah nyeri sendi. Biasanya dirasakan di pagi hari, dan bisa terjadi di tangan, lutut, atau pergelangan kaki. Beda dengan nyeri karena aktivitas berat, rasa sakit ini bisa datang tanpa sebab yang jelas dan terasa seperti bengkak atau kaku.
Beberapa orang mengira ini hanya gejala rematik biasa atau efek usia. Padahal, bagi sebagian penderita lupus, ini adalah tanda awal tubuh mulai melawan dirinya sendiri.
4. Demam Ringan yang Sering Kambuh
Demam ringan tanpa sebab yang pasti juga bisa jadi gejala awal lupus. Banyak orang menganggapnya flu biasa atau efek kelelahan. Tapi kalau kamu sering mengalami demam rendah (sekitar 37,5°C sampai 38°C) tanpa gejala flu lain, sebaiknya segera periksa ke dokter.
Demam seperti ini menandakan ada peradangan dalam tubuh, dan bisa jadi salah satu cara tubuh memberi sinyal bahwa ada yang tidak beres.
5. Rambut Rontok yang Tidak Wajar
Rambut rontok memang bisa disebabkan oleh banyak hal stres, hormon, atau kekurangan nutrisi. Tapi kalau rambut rontokmu berlebihan dan terus-menerus tanpa penyebab yang jelas, jangan buru-buru menyalahkan shampoo.
Pada penderita lupus, kerontokan terjadi karena peradangan di kulit kepala. Bahkan pada beberapa kasus, bisa muncul kebotakan berbentuk tambalan kecil. Jika kamu mengalami ini bersamaan dengan gejala lain seperti kelelahan atau ruam, segera konsultasikan ke dokter.
6. Sensitif terhadap Sinar Matahari
Penderita lupus sering mengalami fotosensitivitas alias kulit yang sangat sensitif terhadap sinar matahari. Paparan matahari bisa menyebabkan ruam baru muncul, gejala lama kambuh, atau bahkan memicu flare lupus (gejala lupus yang memburuk secara tiba-tiba).
Bila kamu merasa kulitmu “berlebihan” merespons sinar matahari seperti cepat terbakar atau timbul ruam yang aneh ada baiknya kamu waspada.
7. Sariawan yang Sering dan Lama Sembuh
Sariawan yang sering muncul, terutama di langit-langit mulut atau bagian dalam pipi, juga bisa jadi salah satu gejala awal lupus. Berbeda dari sariawan biasa, luka ini biasanya tidak terasa sakit dan sembuhnya lebih lama.
Karena tidak menimbulkan rasa nyeri, banyak orang tidak memperdulikannya. Padahal ini bisa menjadi indikasi sistem imun sedang mengalami gangguan.
Jika kamu atau orang terdekat mengalami beberapa gejala di atas secara bersamaan atau berkepanjangan, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter. Diagnosis dini bisa jadi penyelamat hidup.